Selasa, 20 Desember 2005

SenanDunG NaTaL



Nyanyi suci di maLam hari
Mengalun setanggi sesela hati
Adik mengapa dikau sendiri
Bersama abang mari ziarah ke gereja suci

Sunyi hati di gelap hari
Serangga mati di nayala api
Kristus janganlah pergi sertai kami
Dalam sepi jalan sendiri

Dan bulan, kerinduan yang dalam
Menikan nurani pengembara di perlawatan
Tuhan dipalungan betapapun kebesaran
Manusia nikmat tertidur diperistirahatan

Nyanyi suci di gelap dini
Berayun hati digetar nyanyi
Dan adik mari bukakan diri
Kristus istirahatlah dihati kami

Sunyi suci digelap dini
Berayun hati digetar nyanyi
Dan adik mari bukakan diri
Kristus istirahatlah di hati kami

Kristus! Lindungilah dan berkati
Ajar kami berendah-hati
Dan biarlah tangan Mu suci
Di dahi kami tersilang aman abadi



  / 20-12-2005 /

Minggu, 20 November 2005

PuiSi tempat Ku


Puisi tempat ku beRnyanyi
Sampai senJa umuR ku nanti
Puisi tempat ku bercinta 
Berbatas Cakrawala


Puisi tempat ku mengutuk
Nafas Zaman yang kejam
Puisi tempat ku menangis
Jarum waktu bila kejam mengiris

Puisi tempat ku mengenang
Kepribadian yang lalu
Puisi tempat ku berdoa
Perkenankanlah kiranya